Dari semua record perjalanan tim saya, bisa saya anjurkan supaya anda menghindari trip/perjalanan ke Mongolia di saat musim dingin (terutama bulan desember dan januari) ini. Selain di sana sangat dingin sekali (suhu antara – 24 s/d – 30 derajat celcius), juga karena sangat berpotential flight anda akan dicancel. Saya menulis anjuran ini di sini terutama karena isu yang kedua (flight dicancel).
Minggu sebelum keberangkatan tim, saya sedang berada di Singapore untuk mengikuti Blackberry DevCon yang sedianya diadakan di Bangkok, tetapi karena banjir lokasi devcon pun dipindah ke Singapore, di area Suntec City tepatnya. Saya suka melihat berita di malam hari di hotel sebelum melanjutkan acara “malam” bersama teman2 saya. Saya sempat melihat di berita, sudah 6 hari terhitung sampai waktu itu (tanggal 8 desember 2011), banyak sekali penerbangan dari beijing ke utara dicancel karena kabut.
Kabut tersebut terjadi karena polusi udara yang sangat luar biasa yang terjadi di atas udara airport di Ulan Bator yang populer disebut Chinggis Khaan International Airport. Karena penurunan suhu yang sangat ekstrim sekarang ini, beberapa penduduk Mongolia yang tinggal di Ger (rumah tradisional Mongolia) membakar lebih banyak kayu dan batubara untuk menghangatkan badan. Juga perusahaan listrik di Mongolia yang menggunakan batu-bara sebagai bahan bakarnya, di musim dingin harus meningkatkan kapasitas produksi listrik yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan waktu yang lainnya karena kebutuhan penduduk Mongolia. Pembakaran dengan intensitas tinggi tersebut membuat Mongolia, yang dikelilingi oleh pegunungan tinggi ini, tertutup oleh kabut asap yang tebal.
Saya juga sempat membaca kalau di Mongolia setiap tahunnya sekitar 1.600 orang meninggal karena polusi udara dan tahun ini kadar debu di udara sudah 35 kali melebihi batas ambang atas yang sudah ditetapkan oleh WHO. Bagaimana dengan Jakarta yah?

Halo Mas Frans,
Terimakasih atas blognya, saya menjadi seperti memperoleh inspirasi. Saya ingin bertanya mengenai Mongolia, saat ini saya berada di Kanada dan dalam waktu dekat harus ke Mongolia karena ada project yang harus dikerjakan segera, untuk pengurusan visa Mongolia di Ottawa ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama. Nah ada yang menyarankan untuk memperoleh visa Mongolia secara instant melalui Korea, apakah hal tersebut memungkinkan? Kemudian untuk ke Korea sendiri apakah kita perlu visa?
Terimakasih atas responya.
ps: saya mencari alamat email Mas Frans, tapi tidak ketemu di blog ini
regards,
I Made Pasek
Halo Made,
Saya kurang apakah kalau lewat korea bisa mengurus visa ke Mongolia secara instan. Tetapi di Indonesia sendiri, akhir2 ini mengurus visa mongolia lebih lama daripada waktu saya urus bulan maret – mei dulu. Pengalaman tim saya kemarin, memerlukan waktu hampir 2 bulan untuk mengurus visanya, sehingga rencana perjalanan harus direschedule 3 kali, padahal awal tahun 2011 saya hanya perlu waktu 2 minggu. Memang kalau dari Kanada mengurus visa Mongolianya berapa lama?
Untuk ke Korea perlu visa Korea juga, kecuali kalau kamu hanya mau transit saja. Saya kurang yakin untuk pengurusan visa Mongolia ada di area airport di Korea yah. Sebaiknya cek lagi di internet.
Email saya: chandra.pawitra@gmail.com.
Sebenarnya bukan cuma penerbangan dari Beijing ke utara yg jadi korban kabut. Tapi juga penerbangan dari Ulaanbaatar ke Beijing, terutama penerbangan yang menggunakan pesawat yg berasal dari Beijing. Mungkin karena mendarat dalam kondisi berkabut lebih susah daripada tinggal landas, ya. Penerbangan dari Ulaanbaatar ke Beijing yg menggunakan pesawat yg sejak awal sudah ada di Ulaanbaatar, seperti Mongolia Air misalnya, biasanya dalam kondisi agak berkabut bisa tetap berangkat meskipun penerbangan lain dari Ulaanbaatar ke Beijing yg mesti menunggu dulu pesawat dari Beijing, seperti Air China misalnya, bisa gagal berangkat. Karena pesawat yg harus datang dulu dari Beijing tidak berani mendarat di Ulaanbaatar akibat kondisi yg agak berkabut tersebut.