Karena sampai saat ini saya masih mengerjakan proyek di salah satu perusahaan telekomunikasi selular terbesar di Mongolia, maka bisa dikatakan saya – sengaja maupun tidak sengaja – masih mendapatkan update baik dari teman satu tim yang saya kirim kesana, maupun dari partner saya yang memang tinggal di sana tentang Mongolia terutama Ulan Bator (Ulaan Baatar)
Ada satu cerita yang perlu saya tulis di sini yaitu mengenai keamanan kita apabila kita ke Mongolia (Ulan Bator) untuk tujuan apapun.
Waktu itu tim saya harus melakukan instalasi di perusahaan partner saya yang ternyata tidak semudah kami rencanakan sebelumnya. Akibatnya tim saya yang terdiri dari 3 orang itu setiap hari harus pulang larut. Bisa dikatakan hampir jam 12 malam (waktu Mongolia) setiap hari-nya, meskipun saat itu hari libur (sabtu dan minggu).
Dalam satu ruangan instalasi, juga ada vendor dari Rusia yang sudah berkali-kali mengingatkan supaya jangan pulang/balik ke hotel lebih dari jam 10 malam karena berbahaya. Saya sendiri pernah diingatkan oleh beberapa teman, sopir taxi dan lain sebagainya supaya paling tidak jam 10 malam sudah tidak di jalan karena bisa jadi berbahaya bagi turis seperti kami. Oh iya, kami menikmati berjalan kaki dari hotel ke kantor partner kami karena jaraknya hanya kurang lebih 1 km saja dan selain itu lebih sulit menerangkan ke sopir taksi lokasi kantor partner kami karena keterbatasan bahasa inggris mereka.
Dalam waktu 5 hari instalasi, 2 kali tim saya sempat ribut dengan penduduk setempat. Salah satunya di perjalanan kaki menuju hotel antara pukul 23.00 – 24.00 waktu Mongolia. ada 3 orang yang tiba-tiba berteriak-teriak dan bermaksud menyerang.
Salah satunya lagi terjadi di Cafe/Club malam ketika diajak oleh partner kami untuk sekedar minum melepas stress karena pekerjaan. Ada sepasang pria dan wanita lewat, dan entah kenapa si wanita tiba-tiba berteriak marah ke mereka – tentu saja kami tidak mengerti sama sekali pembicaraan dia.
Partner lokal kami menjelaskan kenapa tim saya beberapa kali menjadi sasaran kekerasan di sana. Karena salah satu di tim saya adalah keturunan China (chinese). Saya sendiri juga kaget mendengarnya karena dalam beberapa trip kami, selalu setiap tim yang dikirim selalu terdiri dari berbagai ras dan suku termasuk Chinese, tetapi baru kali ini saja terjadi.
Selain itu, kata dia, sebaiknya memang kalau ada turis seperti tim kami tidak di luar begitu lebih dari jam 10 malam. Dia dengan agak tidak enak mengatakan ada beberapa orang Mongolia mempunyai kebiasaan minum dan semakin malam akan mengarah ke mabuk-mabukan yang sangat berpotensi mengganggu orang lain, terutama turis. Menurut dia isu minum-minuman keras ini juga menjadi perhatian pemerintah setempat karena dinilai sudah memasuki tahap yang destruktif, walaupun sekarang mulai banyak masyarakat Mongolia terutama Ulan Bator meninggalkan kebiasaan ini dan berpindah ke kebiasaan yang lebih membangun dan berpikiran maju.
Yah, setiap tempat pasti menyimpan kesenangan dan masalahnya sendiri-sendiri. Kita sebagai pengunjung yang harus fleksibel menyesuaikan diri di mana pun kita berada. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Comments