02 Apr 2011 Trip to Mongolia – Visa Mongolia

 

Sepertinya masih baru saja pulang dari Eropa, saya harus segera pergi keluar negeri lagi untuk keperluan bisnis kantor. Kali ini tujuannya adalah negara yang jarang dijadikan target kunjungan oleh orang Indonesia, yaitu Mongolia. Saya ke Mongolia untuk melakukan beberapa sales presentation di depan sebuah perusahaan telekomunikasi besar di sana, kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi perusahaan2 partner dan teman2 yang saya kenal waktu meeting di Korea beberapa bulan yang lalu (posting tentang perjalanan Korea saya bisa anda lihat di blog ini juga).

Yang lagi2 cukup menjadi isu dalam persiapan perjalan saya ke Mongolia ini adalah visa-nya. Rencananya saya ke Mongolia kira-kira 2 minggu yang lalu. Tetapi ternyata mengurus visa Mongolia lebih susah dari perkiraan.

Diawali dengan di bantu oleh agent perjalanan dan juga perusahaan yang akan saya kunjungi di Mongolia, saya mempersiapkan semua dokumen standart yang dibutuhkan. Sebenarnya kami saat itu tidak tahu apa saja yang harus dipersiapkan, tetapi standart biasanya untuk visa memerlukan:

1. Kartu Tanda Penduduk asli dan foto kopinya. Seperti di posting saya tentang perjalan ke Eropa saya, KTP saya masih belum saya perpanjang. Jadi otomatis saya tidak bisa menyediakan KTP, sebagai gantinya saya berikan SIM saya.

2. Kartu Keluarga asli dan foto kopinya.

3. Pas Foto ukuran 4×6 berwarna dengan fokus wajah. Saya menggunakan sisa foto untuk visa Schengen saya dengan background putih.

4. Buku nikah asli.

5. Surat undangan dari perusahaan yang saya tuju.

Singkat kata akhirnya semua dokumen itu sudah saya submit ke kantor representative consulate Mongolia di Indonesia. Oh iya, untuk mengetahui alamat consulate Mongolia di Indonesia dan beberapa negara bisa dilihat di sini:

http://www.mfat.gov.mn/index.php?option=com_content&view=article&id=467&Itemid=112&lang=en

Dari PIC (Person In Charge) yang ada di Indonesia, ternyata masih ada 1 dokumen penentu yang dibutuhkan. Apabila dokumen itu sudah diterima oleh PIC consulate tersebut maka visa bisa keluar dalam waktu kurang dari 1 hari (saya waktu itu dijanjikan 2 jam saja). Dokumen tersebut ada approval dari Foreign Affair of Mongolia (seperti Kementerian Luar Negeri Mongolia, CMIIW).

Tanpa membuang banyak waktu, segera saja kami kontak ke Foreign Affairs of Mongolia dengan dibantu oleh perusahaan tujuan kami ke sana. Sungguh mengecewakan, untuk bisa mengeluarkan approval itu, mereka memerlukan waktu 14 hari kerja dari diterimanya permohonan kami. Semua jadwal presentasi dan roadshow yang sudah kami susun terpaksa direschedule.

2 minggu kemudian (tepatnya 15 hari) approval dari Mongolia diterima oleh perusahaan tujuan saya kesana dan langsung dikirimkan ke Consulate Mongolia yang ada di Indonesia cc kami. Sesuai janjinya, dalam waktu 1 hari visa selesai.

Akhirnya, visa sudah saya terima per hari ini. Terima kasih kepada teman2 GA kantor saya, tiket pesawat dan hotel bisa disiapkan dengan sekejap mata. Minggu tanggal 3 April 2011 ini saya berangkat ke Ulan Bator, Mongolia.

By the way, delay ini bagaimanapun ada sisi positifnya buat saya. 2-3 minggu yang lalu di bulan Februari – Maret, suhu udara di Mongolia masih di kisaran antara -15 s/d -5 derajat celcius. Hari ini saya lihat sudah -8 s/d 0 derajat celcius. Memang masih di bawah 0 derajat celcius, jauh di bawah temperatur Jakarta, tetapi lebih merasa nyaman seharusnya :)

Well, Wish me luck! Doakan presentasi saya sukses dan bisa deal business yang luar biasa besar!!!

 

 

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply