19 Oct 2010 Trip to Korea – Kampai!!

Hari pertama dan kedua di Korea saya benar2 dipenuhi dengan meeting sampai larut. Meeting yang sangat menyenangkan dan berpotensi untuk mendapatkan business yang bagus tentu saja. Saya bertemu dengan berbagai orang dari berbagai negara. Memang meeting ini adalah sync berbagai perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi untuk perusahaan2 subsidiary dari perusahaan saya yang tersebar di berbagai negara.

Office Sightseeing

Office Sightseeing

Jarak antara Hotel dan Kantor tidak terlalu jauh, hanya 15 menit menggunakan taxi. Saya tinggal di Hotel Lotte City Hotel Mapo. Saya personally merekomendasikan hotel ini untuk anda jika anda ke Seoul

Peserta meeting mulai dari Korea sendiri, Jepang, Guam, Mongolia, Malaysia, Rusia dan Indonesia (saya dan teman saya Vera). Meeting yang sangat luar biasa. Saya sendiri di hari kedua berkesempatan menyampaikan presentasi tentang produk andalan dari perusahaan saya di Indonesia yang ternyata membuat banyak orang terkesima. Bangga juga ketika banyak sekali yang menyatakan salut dan luar biasa terhadap presentasi saya. Bahkan teman seperjalanan saya yang sudah mengenal produk ini – Vera – secara pribadi menyatakan sangat IMPRESSED dengan performance saya di meeting tersebut. Sungguh pujian yang membuat saya malu dan agak blushing :p Thank God everything runs well.

Sepertinya sudah adat dan tradisi di sini, setiap malam selesai meeting kami diajak dinner dengan menu2 tradisional Korea yang sangat luar biasa (enak, eksotis dan kadang2 sedikit membuat kami merinding) dan dilanjutkan dengan minum rame2.

Me and An

Malam ini kami diajak dinner dengan menu berbagai seafood yang menurut saya mirip Steam Boat cara memasaknya. Nah, yang unik adalah mereka menyajikan menu gurita yang masih bergerak2 untuk langsung disantap. Saya sebenarnya sudah mencatat nama menunya, tetapi karena malam ini saya terlalu lelah untuk mencari di mana catatan itu. Untuk memakannya anda tidak boleh lupa untuk mengoleskannya terlebih dahulu ke minyak dengan ramuan kaldu dan rempah2 tertentu supaya tentakelnya tidak menempel di lidah anda. Memang setelah saya coba, tanpa minyak saya potong tentakel kecil saja dan menempelkannya ke sendok perak, luar biasa erat menempelnya. Saya bayangakan kalau itu menempel di lidah atau tenggorokan saya, pasti mengerikan. Tetapi saran saya anda harus mencobanya karena rasanya bisa dikatakan sangat enak. Saya suka sensasi memakannya dan rasanya.

Selama makan tiada hentinya Soju (minuman sake tradisional Korea dengan alkohol yang cukup tinggi) dan Beer mengalir deras. Buat anda yang tidak terbiasa dengan alkohol sebaiknya meminumnya secara bertahap atau anda akan sangat mabuk sebelum acara selesai. Hampir setiap 10 menit selalu saja ada alasan untuk melakukan kampai atau toast di mana setiap selesai kami harus meminum soju di gelas kami sampai habis kering. Jadi otomatis kami terbawa untuk minum cukup banyak. Saya minta maaf kalau mungkin kebiasaan ini berseberangan dengan agama atau adat istiadat anda, bukan bermaksud untuk mempengaruhi tentu saja.

Ana, Me and Mikhail

Ana, Me and Mikhail

Setelah selesai biasanya kami berpindah ke tempat nongkrong terbuka di sekitar jalan di dekat gedung perkantoran kami. Suasananya sangat nyaman untuk nongkrong dan ngobrol. Sangat santai dan sejuk (suhu waktu itu cukup dingin, berkisar 7 sampai 10 derajat celcius). Biasanya kami melakukannya sampai pagi sekitar jam 2 atau 3 dini hari. Di acara ini lah saya bisa mengenal secara dekat partner2 bisnis saya. Mereka semua adalah orang2 yang luar biasa.

Me and Vera

Me and Vera

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses

  1. 1
    Riska 

    cant wait to visit seoul on march! Kampaiiii ;)

  2. Kampaaiiii .. :) Soju is always good for … friendship :p

  3. 3
    Rika 

    Saya baru dengar ‘Kampaii’.
    Gurita hidup yang dimakan mentah-mentah namanya sannakji (???).
    ??? ?? ???..

  4. Thank you Rika for the Info. Kangen ama si Gurita. Mengenai Kampai, saya sendiri kurang tahu persis tetapi teman-teman saya yang dari jepang waktu itu berkali-kali berteriak Kampai!! kemudian meminum soju kami bersama-sama. Jujur sedikit cemas waktu itu karena saya kira mereka berteriak: “can’t pay”, takutnya mereka gak bawa uang dan saya yang masih sadar yang harus bayarin :)

Leave a Reply