Day 3 & 4, sepenuhnya kami isi dengan trainning BREW di Qualcomm. Kami tidak bisa jalan jauh2 dari Hotel. Jujur saja, setiap pagi selalu bangun terlambat (jam 8 kurang sedikit) padahal acara training dimulai jam 9 pas. Untung lokasi hotel dan kantor Qualcomm tidak terlalu jauh sehingga bisa dicapai dalam waktu 15 menit atau kurang (kompensasi ngos2an).
Peserta training tentu saja bukan hanya kami berdua. Ada 6 orang lain yang ke-enamnya adalah karyawan Qualcomm. Mereka adalah orang2 yang berpindah divisi (sebelumnya adalah 3D Graphics atau Hardware Developer menjadi Brew Developer). Mereka rata2 tidak tinggal di daerah dekat sini, ada yang dari Portland, LA dan sebagainya.
Sepertinya trainning Brew memerlukan C++ skill sebagai dasarnya. Kalau nggak, setengah mati deh pasti ngajarinnya. Jadi bingung ntar di kantor mesti gimana bikin sessi nya karena masih sedikit yang bisa C++. Selama training, kami benar2 “berbicara” dalam C. Termasuk ketika menerangkan dan berdiskusi struktur aplikasi dan program, untung saya lumayan mengerti C++. Kebetulan teman2 kami di dalam kelas adalah progamer hardware, jadi C buat mereka hanyalah masalah kecil.
Qualcomm dan daerah Mira Mesa Blvd bisa dikatakan benar2 tempat yang nyaman untuk bekerja (terutama sebagai programmer) dan tinggal (terutama orang seperti saya). Trafficnya yang tidak terlalu padat, tenang dan kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar yang sudah terbentuk dengan manner yang menyenangkan.. asyik deh.. Tapi di sini mobil itu mandatory. Bus ada sih, tapi paling malam hanya sampai jam 7 an malam. Taksi, harus on call dan mereka biasanya datang dari luar daerah. Saya selalu menginginkan suasana kompleks tinggal yang tenang dan cukup privasi tanpa harus ada pagar tinggi. Selain itu juga harus sedikit lebih eksklusif tanpa harus mentereng dan mewah. Yang penting lingkungan itu bisa menampilkan daerah yang dihuni oleh orang2 yang cukup berpendidikan, profesional, ber-etika, ber-attitude yang baik, terbuka dan mampu.
Beberapa kali makan di berbagai restoran, semuanya tampak bersih tanpa terlihat orang mondar-mandir membersihkan sekitar. Kebiasaan di sini adalah setelah kita selesai makan pesanan kita, maka kita harus membuangnya sendiri dan mengembalikan nampan ke tempat yang telah ditentukan. Tapi juga tidak hanya di situ saja, bila kita mengotori meja dengan remah2 maka kita juga sebaiknya mengambil tisu dan membersihkan remah2 itu. Lumayan, bisa cut cost untuk biaya kebersihan.
Menurut temannya si Anvid, orang2 daerah sini lebih terbuka dengan orang dari luar. Di Qualcomm sendiri, mayoritas pegawainya adalah orang luar (luar state maupun luar negeri). Peserta training bisa dikatakan terbagi rata jumlahnya antara bule, india, keturunan china dan tentu saja Indonesia (kami berdua). Selain itu juga sering terlihat bahwa orang2 yang berbeda itu bisa dengan bebas mengenakan atribut personal mereka tanpa perlu diganggu atau mengganggu, misalnya baju Sari untuk orang India, pakaian sexy (sangat sexy) .. sampai berbagai pakaian yang belum pernah saya lihat kecuali di Internet atau TV. Bukannya saya rasis, tapi jujur saja kerusuhan atau pertentangan SARA adalah sesuatu yang sangat saya tidak suka. Saya tidak suka dengan fanatisme, dengan arogansi golongan dan ras serta pembatasan pergaulan lainnya, selain itu saya tidak suka terlalu mencampuri urusan orang lain (juga dengan dicampuri urusan saya oleh orang lain).
Sesuatu yang luar biasa lagi di sini adalah sopan santun dalam menyetir mobil. Pejalan kaki sangat luar biasa dihargai (asal memang si pejalan kaki tidak melanggar aturan). Sering sekali saya dan Anvid harus memotong lewat depan mobil, misalnya di pintu keluar parkir atau ketika kami akan masuk ke suatu gedung di mana ada mobil lain yang juga akan masuk. Mereka akan dengan rela berhenti dan memberi kami kesempatan berjalan meskipun posisi moncong mobil mereka masih jauh dari kami. Sebenarnya ketika mereka terus pun, kami tidak akan terganggu (dalam artian sampai memperlambat jalan kami) karena tidak akan tepat berpapasan di sana. Begitu juga dalam antrian di lampu merah. Hmm.. jadi ingat mampang. Kalau mereka ke mampang, pasti mereka langsung give up ke trafficnya.
San Diego kotanya sangat dingin (meskipun tidak ada salju) tetapi jarang hujan. Saya mendengar celetukan Jason bahwa dia mengalami hujan di daerah Mira Mesa ini sekitar 2 tahun yang lalu (mudah2an gak salah dengar) dan menurut dia itu hujan yang sangat indah sekali. Waktu itu dia sedang ngobrol dengan seorang teman di kelas bernama Padmani yang tinggal di Portland, Portland selalu hujan. Hari ini lebih dingin dari biasanya, tapi untung tidak ada angin.
Btw, kelas hari ini sangat menyenangkan. Tugas2 bisa kami kerjakan dengan mudah dan cepat, bahkan tugas lab untuk besok sudah kami selesaikan hari ini sebelum keluar dari kelas. Oh iya, tahu artinya OK (alias oke) gak? joke Jason, OK ternyata kependekan dari Oll Korrect (All Correct). Rupanya itu adalah plesetan jaman dulu dalam bahasa inggris (popular disebut Guffy Language) oleh orang2 Amerika dan ternyata di terima di kamus mereka sampai sekarang.
.
Sekarang dah jam 03:00 dini hari di San Diego (lagi2 jam tubuh masih kacau dengan jadwal tidur di sini), I must go to bed. See u in other postings. Btw, saya sangat bersyukur kepada Tuhan bisa mengunjungi tempat seperti San Diego dan ikut training Brew ini.


Comments